Business 101
Bisnis, secara historis kata bisnis diambil dari bahasa Inggris yaitu business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Menurut saya, setiap orang harus memiliki jiwa bisnis karena pada saat ini kita tidak dapat menggantungkan diri pada orang lain dalam artian bekerja di BUMN maupun BUMS. Di sisi lain, dilihat dari banyaknya jumlah penduduk dan minimnya lapangan pekerjaan, menurut saya jiwa bisnis perlu ditumbuhkan agar kita dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Selain itu dengan menciptakan lapangan pekerjaan, kita dapat membantu memperbaiki perekonomoian negara yang merosot. Karena negara maju memiliki entrepreneur lebih dari 2% dari total penduduknya. Gubernur Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengemukakan, untuk menjadi bangsa yang maju, sedikitnya dibutuhkan 2% penduduk Indonesia yang menjadi entrepreneur. Data hingga April 2014, jumlah entrepreneur di Indonesa hanya sebesar 1,65% dari total jumlah penduduk Indonesia. Bila semakin banyak jumlah entrepreneur, maka akan semakin banyak menyerap tenaga kerja yang mana akan mengurangi jumlah pengangguran.
Alasan lain mengapa setiap orang harus memiliki jiwa bisnis adalah karena dalam berbisnis kita belajar banyak hal dari hulu hingga hilir. Seseorang yg memiliki jiwa bisnis tentunya segala aktifitasnya akan berjalan secara teratur karena dalam berbisnis kita dituntut untuk selalu disiplin, baik disiplin ilmu maupun disiplin waktu. Apabila telat sedikit, pasti akan ada banyak uang yang terbuang. Bisnis juga mengajarkan kita bersosialisasi dengan sesama karena dalam berbisnis, komunikasi adalah hal yang paling utama dalam menjalin hubungan, baik itu dengan partner maupun client. Bisnis mengajarkan kita tata cara manajemen yang baik, manajemen berarti menata segala sesuatu secara efektif dan seefisien mungkin. Bisnis juga melatih kita untuk kreatif, karena jika kita memiliki bisnis, tetapi kita tidak kreatif maka kita akan kalah dengan kompetitor lainnya. Pemikirian yang kreatif selalu dituntut untuk terus berinovasi dalam berbisnis. Bisnis juga dapat melatih kita untuk selalu melihat peluang, dimana peluang tersebut bisa dimanfaatkan untuk kita melangkah lebih lanjut. Bisnis juga dapat memberikan kita semangat berkompetisi yg baik, karena dalam bisnis sangatlah penting untuk mempunyai rasa bersaing agar terus maju. So, memiliki jiwa bisnis itu penting.
Bagaimana cara kita dalam menumbuhkan jiwa bisnis? Yaitu dengan melatihnya dan berani mengambil resiko. Take the risks and learn from our mistakes!
Bicara mengenai technopreneur, menurut oxford dictionary, technopreneur adalah a person who sets up a business concerned with computers or similar technology.
Ada juga pendapat lain mengenai pengertian technopreneur, yaitu: A technopreneur is an entrepreneur who is technology savvy, creative, innovative, dynamic, dares to be different and take the unexplored path, and very passionate about their work. They take challenges and strive to lead their life with greater success. They don’t fear to fail. They take failure as a learning experience, a stimulator to look things differently and stride for next challenge. Technoprenuers continuously go through an organic process of continual improvement and always try to redefine the dynamic digital economy.
Sebagai generasi muda penerus bangsa, saya ingin dapat mengembangkan jiwa bisnis saya dengan mengikuti UKM TDC ITS. Suatu saat nanti, saya ingin dapat mengembangkan ide-ide saya menjadi aksi nyata.
Because my dream job doesn't exist. So I have to create it. And if I don't build my dreams, someone will hire me to build theirs.


0 comments: